Kamis, 28 September 2017

Rangkuman hakekat belajar dan pembelajaran

RANGKUMAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

1.      HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Hakikat belajar dan pembelajaran adalah dasar atau landasan untuk mengetahui sebuah sistem pendidikan. Sebagai calon guru kita harus paham dan mengerti cara membuat sebuah sistem pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan tujuan yang diharapakan

Tujuan dari hakekat belajar dan pembelajaran adalah mampu terciptanya proses belajar secara koognitif, efektif dan motorik.
2.      PRINSIP-PRINSIP BELAJAR
  prinsip itu adalah suatu aturan, yaitu pedoman bagi setiap pendidik agar proses belajar-mengajar
dapat berjalan dengan baik, menyenangkan, terarah dan sesuai dengan ketentuan.
Perhatian dan Motivasi
Perhatian itu sangat penting dalam proses belajar-mengajar, dimana seorang pendidik memberikan hatinya tulus ikhlas untuk mengajar peserta didik, mengajarkan segala ilmu pengetahuan yang ia miliki dan memfokuskan pikirannya penuh untuk mendidik/ mencerdaskan generasi bangsa, itulah bentuk perhatian seorang guru yang saya kenali. motivasi itu juga harus dimiliki oleh setiap pendidik dan peserta didik, peserta didik memiliki motivasi yang benar dalam belajar, motivasi itu adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk mengejar tinggi mimpinya.
Keaktifan
Keaktifan itu timbul dalam diri seseorang. Seseorang yang ingin berbuat sesuatu yang berbeda dari yang lain, memiliki kemauan dan aspirasinya sendiri
Keterlibatan Langsung/Berpengalaman 
Belajar itu bukan hanya teori saja, tetapi praktek itu juga lebih penting, karena dengan adanya belajar praktek, itu bisa membangun motivasi, skill dan memiliki pengalaman nyata dalam diri sesuai dengan pembelajaran.
Pengulangan
Pengulangan dalam belajar akan melatih daya-daya yang ada pada manusia yang terdiri atas daya mengamat, menanggap, mengingat, mengkhayal, merasakan, hingga berfikir yang akan membuat daya-daya tersebut berkembang.
Tantangan
Dalam pembelajaran akan selalu di temukan hambatan atau tantangan oleh peserta didik. Dan itu akan membuat peserta ddik lebih bijaksana/dewasa dalam menyelesaikan jenis tantangan apapun yang menghambat pembelajaran tersebut.
Balikan atau Penguatan
Nilai yang bagus didapat oleh setiap siswa yang belajar sungguh-sungguh (penguatan positif) sedangkan bagi yang tidak sungguh-sungguh dalam belajar dan mendapat nilai yang jelek dan membuat anak tersebut takut dan tidak tertarik lagi dalam belajar, ini adalah bentuk dari penguatan negatif.
Perbedaan Indiviual
setiap  peserta didik itu memiliki latar belakang yang berbeda-beda, sifat maupun kebiaaanya. Dan pendidik tidak boleh memukul rata cara pembelajaran kepada peserta didik tersebut, karna setiap perbedaan itu berpengaruh terhadap cara dan hasil pembelajaran siswa.

3.      MOTIVASI BELAJAR
seperti yang kita ketahui, Motivasi itu adalah suatu dorongan yang membuat anak/peserta didik itu lebih semangat dalam proses belajarnya. Setiap peserta didik pasti sangat senang jika mendapat bentuk apresiasi dari guru nya, nilai yang bagus, hadiah dll, apalagi jika dari orang tua.
Motivasi itu terbagi 2 :
1. Motivasi intrinsik
         motivasi yang benar-benar muncul dalam hati seseorang to do something.
    ex : keinginan belajar/mencari ilmu dll. 
2. Motivasi Ekstrinsik
          Motivasi yang didukung oleh pihak luar, dan mencoba untuk memengaruhinya
    ex : motivasi dari lingkungan, formal, informal dll.



4.      TEORI BELAJAR DAN APLIKASINTYA

Teori belajar yang dijelaskan kelompoksaya sendiri ada 5 macan yaitu:

1. Teori belajar behvioristik : teori menuntut siswa untuk melakukan suatu kegiatan dan kegiatan itupun mendapat nilai apresiasi oleh guru. Interaksi antara Stimulus (rangsangan) dan Respon (reaksi), berinteraksi dengan lingkungan, perubahan tingkah laku.
Ciri-cirinya:
1. Bersifat Mekanisme
2. Menekankan peranan lingkung,gan
3. Mementingkan pentingnya latihan
4. Mementingkan mekanisme hasil belajar
Mengaplikasinya  : Masih berhubungan dengan KTSP.  (Teacher center)

2. Teori belajar kognitif : pembelajaran yg menekankan pada pengetahuan dan pengalaman dari si siswa sendiri.
Contoh : proses menjawab soal dalam pembelajaran
Tahapan-tahapan perkembangan kognitif menurut piaget :
1. Tahapan Sensori Motor (0-2th)
2. Tahapan Pra-Operasional (2-7th)
3. Tahapan Operasi Konkrit (7-11th)
4. Tahapan Operasi Formal (11-15th)

3. Teori belajar humanistik : lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia (Student creative)  seperti hal mengenal kepribadian siswa dan seorang guru mampu membangun karakter/pikiran yg positif pada anak. Guru sebagai fasilitator dan motivator bagi siswanya. 

4. Sibernetik : sebuah teori yang baru, dimana teori ini lebih modern. Sekolah yg memiliki fasiltas yg memadai, sangat membantu siswa dalam mengolah dan mendapatkan informasi. Tetapi, seorang guru harus pandai dalam memberikan penerangan kepada siswanya agar tidak terlalu terlena dengan kecanggihan teknologi ini, karna itu menyederhanakan seorang siswa, disitu dia tinggal copas dan tidak terlalu memhami apa yg dia copas tersebut, jadi harus di combine cara mendapatkan informasi secara mandiri atau mengolah sendiri dan menggunakan teknologi canggih. Mendapatkan informasi atau mengolah informasi  di combine dengan menggunkan mdia analog seperti komputer. Jika seorang guru dari kota di tugaskan untuk mengajar di sebuah desa, dengan fasilitas didesa yang tidak memadai, seorang guru harus memiliki keterampilan atau keahlian untuk mengajar tanpa menggunakan fasilitas seperti komputer. Dan caranya bisa menggambarkan sesuatu dalam bentuk gambar, biarpun siswa belum pernah melihat barangnya tapi paling tidak siswa sudah mengenalnya. 


5. teori kontruktivis : Teori ini percaya kalau siswa itu mampu mencari sendiri masalah, menyusun, menyelesaikan dan membuat kosep realistik dalam pengetahuan



5.      PERAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Seseorang yang berperan besar dalam mendidik, mengajarkan sesuatu hal yang baru, mengarahkan pada hal kebenaran sesuai dengan undang-undang ialah Guru. Dan guru adalah sumber belajarnya murid, dari gurulah murid diajarkan membaca, menulis serta berhitung. Guru juga adalah orangtua kedua bagi anak di sekolah. Peranan guru sebagai komunikator, sahabat yang dapat memberikan nasehat-nasehat, motivator sebagai pemberi inspirasi dan dorongan, pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai.


6.      MASALAH-MASALAH INTERNAL DAN EXTERNAL PEMBELAJARAN
Masalah –masalah Belajar internal dan eksternal akan memengaruhi proses belajar. 

1. masalah belajar internal adalah masalah yang timbul dari dalam diri siswa, faktor internal berasal dari diri anak itu sendiri seperti :
a. kesehatan
b. rasa aman
c. faktor kemampuan intelektual
d. faktor afektif seperti perasaan dan percaya diri
e. motivasi
f. kematangan untuk belajar
g. usia
h. jenis kelamin
i. latar belakang sosial
j. kebiasaan belajar
k. kemampuan mengingat

2. masalah belajar eksternal adalah masalah-masalah yang timbul dari luar diri siswa sendiri atau faktor-faktor eksternal yang menyebabkan ketidakberesan siswa dalam belajar. Faktor eksternalnya :
a. kebersihan rumah
b. udara yang panas
c. ruang belajar yang tidak memenuhi syarat
d. alat-alat pelajaran yang tidak memadai
e. lingkungan sosial maupun lingkungan alamiah
f. kualitas proses belajar mengajar


7.      SUMBER BELAJAR

Sumber belajar (learning resources) adalah sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar. Dan sumber belajar ini sumber ilmu yang akan di di transfer oleh guru kepada muridnya, tanpa ada sumber belajar maka proses belajar mengajar tidak akan terarah dan akan melenceng dari ketetapan yang telah ada.

8.      PENDEKATAN PEMBELAJARAN

PENDEKATAN PEMBELAJARAN :
Yaitu sebagai titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran yang merujuk pada pandangan tentangterjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Pendekatan terbagi dua yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach

STRATEGI PEMBELAJARAN :
 taktik yang digunakan guru dalam melaksanakan proses belajar-mengajar agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan pengajaran secara lebih efektif dan efisien.


TEKNIK PEMBELAJARAN :
Teknik adalah cara kepandaian untuk membuat atau melakukan sesuatu. Jadi, teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.

MODEL PEMBELAJARAN :
Sebagai prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar sama juga dengan suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Jadi, ssebenarnya model pembelajaran itu adalah sebuah bingkai yang didalamnya terdapat pendekatan, strategi, metode pembelajaran dan teknik. 


METODE PEMBELAJARAN :

Perfomance guru dikelas, yang dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta susana belajar yang menyenangkan.
Macam-macamnya :
a. metode ceramah
b. metode diskusi
c. metode demonstrasi
d. metode ceramah plus
e. metode eksperimental
f. metode study tour
g. metode latihan keterampilan
h. metode pengajaran beregu


9.      PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Pengembangan kurikulum merupakan bagian yang sangat esensial dalam proses pembelajaran. Ada 4 bagian penting dalam kurikulum meliputi: tujuan, isi/materi, strategi pembelajaran, dan evaluasi. Ke-4 bagian/komponen penting kurikulum ini saling berkaitan dan berinteraksi untuk mencapai perilaku yang diinginkan/dicita-citakan oleh tujuan pendidikan nasional.
Tujuan yang jelas akan memberi petunjuk yang jelas pula dalam memilih isi/materi yang harus dikuasai, strategi yang akan digunakan serta bentuk dan alat evaluasi yang tepat untuk mengukur ketercapaian kurikulum.
Hierarki perumusan tujuan kurikulum dimulai dari tujuan umum pendidikan, kemudian tujuan institusional, tujuan kurikuler, dan tujuan instruksional.
Materi/isi kurikulum menurut Saylor dan Alexander adalah fakta-fakta, observasi, data, persepsi, penginderaan, pemecahan masalah yang berasal dari pikiran manusia dan pengalamannya yang diatur dan diorganisasikan dalam bentuk konsep, generalisasi, prinsip, dan pemecahan masalah.
Strategi pembelajaran berkaitan dengan bagaimana menyampaikan isi/materi kurikulum agar tujuan tercapai dan komponen evaluasi kurikulum adalah untuk menilai apakah tujuan kurikulum telah tercapai. Hasil dari evaluasi kurikulum adalah berupa umpan balik apakah kurikulum ini akan direvisi atau tidak.
Pengembangan Kurikulum
Kurikulum adalah apa yang akan diajarkan sedangkan pembelajaran adalah bagaimana menyampaikan apa yang diajarkan. Menurut McDonald & Leeper kegiatan kurikulum adalah memproduksi rencana kegiatan, sedangkan pembelajaran adalah kegiatan melaksanakan rencana tersebut. Kurikulum dan pembelajaran pada dasarnya merupakan subsistem dari suatu sistem yang lebih besar, yaitu sistem persekolahan. Kurikulum dan pembelajaran adalah dua sistem yang saling terkait satu sama lain secara terus-menerus dalam suatu siklus.
Menurut Gagne dan Briggs pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang untuk mempengaruhi proses belajar dalam diri siswa. Menurut Gredler proses perubahan sikap dan tingkah laku siswa pada dasarnya terjadi dalam satu lingkungan buatan dan sangat sedikit bergantung pada situasi alami, ini artinya agar proses belajar siswa berlangsung optimal guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Proses menciptakan lingkungan belajar yang kondusif ini disebut pembelajaran.
Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam mengelola kegiatan pembelajaran adalah:
1. harus berpusat pada siswa yang belajar
2. belajar dengan melakukan,
3. mengembangkan kemampuan sosial,
4. mengembangkan keingintahuan,
5. imajinasi dan fitrah anak
6. mengembangkan keterampilan memecahkan masalah
7. mengembangkan kreativitas siswa,
8. mengembangkan kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi
9. menumbuhkan kesadaran sebagai warga negara yang baik, dan
10. belajar sepanjang hayat.

Pengembangan kurikulum adalah suatu istilah yang ada dalam studi kurikulum, yaitu sebagai alat untuk membantu guru melakukan tugasnya menyampaikan pembelajaran yang menarik minat siswa. Kegiatan pengembangan kurikulum ini perlu dilakukan untuk menghadapi dan mengantisipasi keadaan berikut, yaitu merespons perkembangan ilmu dan teknologi, perubahan sosial di luar sistem pendidikan, memenuhi kebutuhan siswa dan merespons kemajuan-kemajuan dalam pendidikan.
Masalah yang ada dalam proses pengembangan kurikulum biasanya berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai bagaimana memilih materi yang diajarkan, apa yang harus dilakukan bila ada pandangan yang bertolak belakang dengan pengembang dan bagaimana menerapkan kurikulum secara meyakinkan.

10.  KONSEP DASAR BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

 Istilah belajar dan pembelajaran merupakan suatu istilah yang saling terkait dan tak dapat dipisahkan satu sama lain dalam proses pendidikan.

 Belajar merupakan suatu proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan kemampuan bereaksi yang relative permanen atau menetap karena adanya interaksi individu dengan lingkungannya.

Tingkah laku yang dikategorikan sebagai aktivitas belajar memiliki ciri-ciri : terjadi secara sadar, kontinyu dan fungsional, positif dan aktif, permanent, bertujuan atau terarah, mencakup seluruh aspek tingkah laku

Pada dasarnya faktor yang mempengaruhi belajar ada dua macam, yaitu faktor internal (jasmani dan rohani) dan faktor eksternal (keluarga, sekolah, masyarakat)

Pembelajaran merupakan suatu upaya yang dilakukan dengan sangaja olah pendidik untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, mengorganisasi dan menciptakan sistem lingkungan dengan berbagai metode sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara efektif dan effisien serta dengan hasil optimal. 
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan dalam proses pembelajaran sehingga diperoleh hasil yang optimal, antara lain : metode ceramah, latihan, tanya jawab, karyawisata demonstrasi, sosiodrama, bermain peran, diskusi, pemberian tugas dan resitasi, eksperimen, proyek



11.  RENCANA DAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. 

Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup satu kompetensi dasar yang terdiri atas satu indicator atau beberapa indikator untuk satu kali pertemuan atau lebih.

RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan.

Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar